Friday, January 17, 2014

Karakteristik Anak Usia 3 – 4 Tahun

Tags

           
A.    Karakteristik fisik
Anak sudah mampu menguasai gerakan tubuhnya dengan baik, labih halus di dalam cara berjalan, berlari dan memanjat. Dia menyukai kegiatan fisik dan mungkin juga dalam menggabungkan beberapa keahlian tertentu di dalam permainan-permainan yang diminati. Sangat tertarik untuk menjelajahi dunianya denngan melakukan sesuatu, tidak hanya mendengar saja, dia ingin menyentuh, menggerakkan, merasakan dan membaui.

Mulai mampu memegang benda-benda kecil dan memiliki ketrampilan gerak lebih baik, dia mampu menuang minuman dari teko, melepaskan kancing baju, mengikat tali sepatu, meskipun agak kesulitan. Dia menyukai aspek-aspek fisik yang menggunakan benda-benda contohnya dia lebih suka membuat goresan besar dengan menggunakan kuas cat, dari pada melukis di atas kertas, dia lebih senang memindah-mindahkan sebuah kotak besar ke sekeliling ruangan dari pada mencoba untuk membuat suatu bentuk banngunan dan lain sebagainya.
Lebih baik dalam melakukan kegiatan-kegiatan rutin, seperti pergi ke toilet dan mencuci tangannya dengan sabun (toilet training) meskipun dalam pelaksanaannya masih memakan waktu yang lama dan anak masih harus diingatkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.

B.     Kemampuan sosial
Anak usia 3 – 4 tahun masih tetap suka bermain sendiri, tetapi lokasinya berdekatan dengan anak yang lain (permainan paralel). Dalam tahap ini, mereka akan semakin mendekati bentuk permainan yang lebih memerlukan kerja sama. Mulai memerlukan permainan bersama, tapi biasanya di dalam kelompok kecil beranggotakan 2 atau 3 anak. Jika lingkungan sosial yang tepat tersedia untuk mereka, anak-anak dalam usia ini akan mulai melakukan pembelajaran perilaku sosialnya seperti berbagi, menerima konsep-konsep orang lain atau bergiliran dengan anak yang lain. Mereka bersedia berbagi mainannya dengan teman lain.

C.    Perkembangan emosional
Anak dalam usia ini bersifat egosentris, keperluan dan keinginannya lebih penting dari pada teman lainnya. Mereka mulai merasakan ketakutan-ketakutan yang nyata dan mereka membutuhkan orang-orang dewasa untuk memberikan kenyamanan dan dukungan kepada mereka di dalam setiap situasi. Mereka mulai menyadari adanya peraturan dan mulai mampu menerima beberapa peraturan dan kebiasaan. Mereka muali memahami penjelasan dan ikut berpartisipasi di dalam beberapa argument.

D.    Kemampuan kognitif
1.      Keingintahuan. Anak-anak dalam usia ini, memiliki rasa ingin tahu yang besar dan ingin mengerti tentang segala hal.
2.      Perkembangan bahasa. Kemampuan bahasanya berkembang dengan pesat, sehingga dia akan berusaha menggunakan pemikirannya tentang segala sesuatu. Dia juga mulai suka bermain dengan kata-kata.
3.      Evaluasi diri. Evaluasi terhadap diri sendiri belum dipelajari. Anak belum mampu untuk mengevaluasi perilakunya sendiri. Dia tidak bisa mencoba melihat dirinya sendiri dari sudut pandang orang lain.
4.      Egosentrisme. Egosentrisme tercermin dari pembicaraan dan pemikirannya.
5.      Fantasi. Anak dalam usia ini menggunakan fantasi dan permainan dramatis bersama, dan mengartikan seseorang dan peristiwa di sekelilingnya.
6.      Konsep berhitung. Dia mampu mengingat hitungan sampai angka 5, tetapi dia belum memiliki pemahaman tentang konsep berhitung. Dia memiliki kemampuan untuk mempelajari warna-warna dan membedakannya.

E.     Ulasan umum
Periode ini adalah periode dimana terjadi perubahan yang cepat untuk kebanyakan anak. Mereka sibuk mempelajari ketrampilan baru, meraih tingkat kemandirian yang lebih tinggi. Anak-anak dalam masa ini belajar untuk mengendalikan dan mengarahkan perasaannya. Secara sosial mereka sudah mampu untuk diajak bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan orang dewasa. Mereka biasanya mau mengerjakan hal-hal yang diinstruksikan oleh orang dewasa.
Guru dan orang tua seharusnya menyadari perasaan dan emosi mereka. Oarang dewasa harus sensitif terhadap ungkapan perasaan anak-anak tersebut. Suatu hal yang sulit untuk anak-anak ini adalah untuk menyesuaikan. Contoh, mereka akan berusaha keras untuk melakukan banyak hal sendirian, tetapi semakin banyak yang harus ditangani sendiri, orang tua dan guru sudah semestinya memberikan bantuan. Anak-anak dilatih memahami bahwa mandiri dalam waktu tertentu adalah suatu hal yang baik.

F.     Aktivitas bersama anak
Beberapa contoh aktivitas anak usia 3 – 4 tahun (Debby Cryer, Active Learning for Threes):
1.      Contoh aktivitas 1
Program belajar anak-anak usia 3 – 4 tahun di dalam atau di luar kelas, rentang konsentrasi 4 – 7 menit. Jumlah anak yang tertarik 1 – 9 anak.
  Permainan Big Lotto:
Sediakan  8 – 10 pasang gambar yang sesuai. Rekatkan 1 (satu) gambar dari masing-masing pasangan pada papan poster besar, bisa ditutup dengan plastik. Perintahkan anak didik untuk mencocokkan gambar yang mereka miliki dengan susunan gambar yang ada dalam papan poster. Bila perlu, bantulah mereka pada gambar pertama dan kedua. Kemudian diskusikan gambar-gambar tersebut. Gambar apakah ini Iqbal? Seekor unta. Betul sekali. Seekor untuk berwarna cokelat. Basakah Iqbal menemukan gambar unta di sini? Perhatikan denngan seksama.
2.      Contoh aktivitas 2
Program belajar anak usia 3 – 4 tahun di dalam atau di luar kelas, rentang konsentrasi 4 – 7 menit. Jumlah anak yang tertarik 1 – 9 anak.
  Tebak kata:
Guru menyiapkan 3 – 4 gambar yang dikenal oleh anak. Kemudian guru mendeskripsikan salah satu gambar, tetapi jangan sampai menyebut nama gambar yang telah diceritakan. Lihatlah dengan seksama, apakah anak-anak mendengar dan memahami apa yang telah guru ucapkan dan ceritakan. Coba tebak ini gambar apa? Tadi ibu guru telah bercerita, warnanya coklat, berbulu dan suka makan ikan asin. Suaranya “meong”, betul Nisa ini adalah suara seekor kucing.
3.      Contoh aktivitas 3
Program belajar anak usia 3 – 4 tahun di dalam atau di luar kelas, rentang konsentrasi 4 – 7 menit. Jumlah anak yang tertarik 1 – 9 anak.
  Gambar Cerita Berseri:
Beli atau buatlah satu set cerita bergambar. Buatlah urutan cerita gambar-gambar kegiatan di rumah atau sekolah. Letakkan gambar-gambar cerita secara berurutan dari arah kiri ke kanan. Tunjukkan setiap gambar yang sedang diceritakan kepada anak. Perhatikanlah apakah anak bisa menceritakan kembali urutan gambar cerita tersebut. Tanyakanlah untuk melihat apakah anak bisa menunjuk gambar kejadian yang sedang anda ceritakan. Kartu nama yang berisi gambar Ani yang sedang menggosok gigi. Dan sekarang gambar .... Ani sedang melakukan apa?. Letakkan beberapa set gambar diperpustakaan, biarkan anak-anak menggunakannya sendiri. Lihatlah cara mereka memainkan kartu gambar dengan logikanya sendiri.
Keterangan:
1.      Di dalam atau di luar kelas
Ada beberapa kegiatan yang sesuai dilakukan di dalam atau di luar kelas tergantung pusat munat atau sudut yang dikehendaki guru.
2.      Rentang waktu konsentrasi
Konsentrasi seorang anak pada sebuah aktifitas mungkin hanya sebentar/pendek, seperti ketika orang dewasa mengarahkan mereka kepada suatu aktivitas tertentu, dimana mereka harus menyesuaikan perilaku mereka sesuai dengan harapan orang dewasa. Bagaimanapun juga pada saat mereka terlibat dalam suatu aktivitas, mereka mampu untuk berkonsentrasi sementara waktu.
3.      Jumlah anak
Pada saat yang sama, ketertarikan anak pada kegiatan pusat minat atau sudut bisa jadi berbeda-beda. Sebaiknya guru menyediakan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan anak sesuai dengan keinginan anak. Segala perencanaan aktivitas dalam kelas, sebaiknya menyesuaikan dengan ciri-ciri anak, seperti yang telah disebutkan di atas.

An-Nida No. 9, edisi September 2008.


EmoticonEmoticon