Wednesday, November 27, 2013

Unsur-unsur kewirausahaan (daya pikir, ketrampilan, sikap mental, dan intuisi)

BAB II
PEMBAHASAN
                    A. Pengertian Wirausaha
Secara etimologis, wirausaha merupakan suatu istilah yang berasal dari kata “wira” dan “usaha”. Wira berarti berani, utama, atau perkasa. [1] Sedangkan usaha artinya daya upaya. Wirausaha atau kewirausahaan adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir dan batin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengejar peluang, dan merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk mamacu kreatifitas. Adapun menurut Acmad Sanusi seorang pakar wiarausaha, kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis.[2]

                   B.  Unsur-unsur kewirausahaan
Beberapa unsur penting dalam kewirausahaan yang saling terkait satu dengan lainnya:
1.      Daya pikir
Tingkat penalaran (reasoning) atau kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang dicirikan oleh daya pikir, pengetahuan, kepandaian, intelektual atau unsur kognisi. Kemampuan inilah yang membedakan manusia dengan hewan, bahkan kemampuan ini pula yang membedakan daya kreatifitas seseorang maupun bangsa yang menyebabkan perbedaan kemakmuran dan kejayaan bangsa.
2.      Ketrampilan
Keterampilan merupakan tindakan raga terutama tangan dan kaki untuk melaksanakan sesuatu kerja dan dari kerja tersebut baru akan terwujud hasil karya. Berbagai macam hasil karya telah lahir dari orang-orang yang mempunyai keterampilan. Keterampilan, sebagaimana halnya pengetahuan dapat ditingkatkan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan adalah sebagai berikut:
a.       Rajin dan tekun melakukan latihan mengerjakan sesuatu yang ingin diterampilkan.
b.      Melakukan latihan dengan teratur, tetib dan bergairah.
c.       Selalu berusaha untuk dapat melakukan lebih baik lagi dari pada kemarin.
d.      Selalu berusaha untuk menemukan cara kerja yang paling baik dan efisien.
e.       Berusaha kuat untuk menghasilkan karya yang terbaik.
f.       Harus mampu bekerja dengan “ zero mistake “.
g.      Rajin mengikuti berbagai pelatihan keterampilan.
3.      Sikap mental
Seseorang mungkin saja mempunyai otak yang cerdas dan keterampilan tinggi, namun jika ia malas, lamban, tidak mempunyai keberanian, dan apalagi ceroboh, tentulah hal itu tidak menjamin untuk dapat sukses. Sukses dapat dipakai jika pemikiran, keterampilan dan sikap mental maju digabungkan. Sikap mental maju ini meliputi: keteladanan, keluhuran, keberanian, penuh tanggung jawab, jujur, berjiwa besar dan mandiri. Jika ditelusuri lebih dalam, akan semakin jelas bahwa kesuksesan seseorang, kemajuan suatu bangsa disebabkan seseorang maupun bangsa tersebut memiliki sikap mental maju, daya penalaran dan keterampilan yang tinggi.
4.      Intuisi
Sebenarnya ada faktor lain selain kecerdasan penalaran, keterampilan dan sikap mental yang berpengaruh atas sukses seseorang, yaitu daya intuisinya. Daya intuisi adalah daya ramal atau dikenal juga dengan feeling seseorang yang sulit digambarkan apakah itu hasil pemikiran atau khayalan. Jika seseorang merasakan bahwa apa yang akan dilakukan itu benar dan akan membawa keuntungan, maka sering apa yang semula hanya dirasakan itu kemudian setelah diperjuangkan terbukti benar adanya.[3]
Intuisi ialah pandangan batiniah yang serta merta tembus mengenai suatu peristiwa atau kebenaran, tanpa perurutan pikiran, seperti ilham. Ilham adalah penyampaian suatu makna, pikiran atau hakikat di dalam jiwa atau hati secara melimpah. Maksudnya Allah SWT menciptakan padanya ilmu dharuri yang ia tidak dapat menolaknya, yaitu bukan dengan cara dipelajari akan tetapi dilimpahkan ke dalam jiwanya bukan karena kemauannya. Allah berfirman di dalam Al-Qur’an QS. Asy-Syams 7-8. Intuition atau intuisi dalam kamus diartikan sebagai ”suara hati” pengetahuan tentang sesuatu tanpa memikirkan atau mempelajarinya”. Pengertian yang mendalam mengenai intuisi masih terus diperdebatkan. Ada yang menyatakan bahwa intuisi adalah saat dimana ada ”sumber yang lebih tinggi” yang memberikan input pada kesadaran kita secara tiba-tiba saja. Dan pendapat lain mengatakan bahwa intuisi adalah kemampuan kita untuk secara tidak sadar mendownload atau mengambil data atau info yang selalu tersedia di unconscious mind/pikiran bawah sadar kita. Ada juga yang berpendapat bahwa itu adalah kemampuan telepati tanpa sadar antara seseorang dengan orang lain ditempat yang berjauhan. Mungkin perbedaan pendapat ini akan berlanjut terus. 
Intuisi adalah pengetahuan yang bergerak antara rasional dan literal. Untuk memahaminya, tidak cukup hanya menggunakan kategori akal logika saja. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah batin, firasat atau intuisi, tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Istilah tersebut diterjemahkan dalam berbagai makna. Tapi yang pasti, intuisi adalah keadaan dimana seseorang merasakan akan terjadinya suatu peristiwa sebelum peristiwa itu benar-benar terjadi, entah itu peristiwa baik ataupun buruk.[4]
Banyak usahawan yang sukses karena memiliki kewaspadaan khususnya daya intuisi yang kuat. Daya ini memang sulit dijelaskan karena seolah-olah menyatu dengan pikiran, jiwa dan perasaan seseorang. Karena intuisi hanyalah sesuatu yang abstrak, maka haruslah ada tindakan untuk dapat mewujudkan apa yang dirasakan itu menjadi kenyataan.
Gabungan empat unsur di atas yang menentukan seseorang maju atau terbelakang, kaya atau miskin, berjaya atau sengsara. Jadi tantangan terletak pada upaya mengembangkan empat unsur tersebut secara serentak dan harmonis, sehingga mampu membawa seseorang menjadi orang yang maju.[5]
BAB III
PENUTUP
                  A.  Kesimpulan
1.      Wirausahawan adalah orang yang merubah atau menggeser sumberdaya ekonomi yang mempunyai produktivitas rendah di suatu daerah menjadi sumberdaya yang mempunyai produktivitas tinggi. Aktivitas yang dilakukan oleh orang tersebut dikenal dengan kewirausahaan.
2.      Empat unsur kewirausahaan yang saling berkaitan:
a.       Daya pikir
b.      Ketrampilan
c.       Sikap mental
d.      Intuisi
                B.   Saran
Bagi para mahasiswa, dosen ataupun pembaca yang menemukan kesalahan dan kekurangan dalam penulisan makalah ini. Maka kritik, saran serta masukan dari kalian adalah masukan yang sangat berharga untuk perbaikan selanjutnya. 
DAFTAR PUSTAKA
Sumanto, Wasti. Pendidikan Wiraswasta. Jakarta: Bumi Aksara. 2002.


...... http://elwamendri.wordpress.com/2013/03/05/unsur-unsur-kewirausahaan/, diakses pada tanggal 10 oktober 2013.




      [1] Wasti Sumanto, Pendidikan Wiraswasta (Jakarta: Bumi Aksara, 2002), 42.
      [3] ...... http://elwamendri.wordpress.com/2013/03/05/unsur-unsur-kewirausahaan/, diakses pada tanggal 10 oktober 2013.
      [4] ...... http://nurulzainab.blogspot.com/2010/10/imajinasi-dan-intuisi-dalam.html, diakses pada tanggal 10 Oktober 2013.
      [5] ...... http://elwamendri.wordpress.com/2013/03/05/unsur-unsur-kewirausahaan/, diakses pada tanggal 10 oktober 2013.

1 komentar so far


EmoticonEmoticon